Bersih

Posted On November 1, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped one response

Hari ini saya memutuskan untuk mencuci motor.

Kapan ya saya terakhir mencuci motor?

Tiga minggu?

Tidak, tidak, lebih dari satu bulan mungkin.

Satu bulan? waktu yang cukup lama.

sangat bertentangan dengan cuaca akhir akhir ini yang hujan deras menyiram kota bandung.

Kotor? ya.

terkadang mencuci motor memberikan inspirasi bagi saya.

melihat motor saya mendapatkan kesegaran. seakan akan ia berada di padang pasir, lalu menemukan oase.

betapa segarnya.

meskipun saya berkeringat dibawah terik matahari.

itu saya lakukan supaya motorku bersih.

Ya, BERSIH.

mungkin sejak kejadian nyemplung itu saya dapet sesuatu.

misalnya saja saya satuhari tanpa motor, motornya tidak bisa nyala karena mesinnya bener bener kotor.

terus kudu diservis deui.

nah lo?

saat kau udah bisa apik, cobalah untuk bisa bersih.

“Kebersihan itu sebagian dari iman”

saya pernah mendengar kata ini ketika sd. Ya, SD. bahkan tk mungkin tahu ini.

tentunya menyenangkan melihat segala sesuatunya bersih. bersih. bersih.

mengkilap.

seperti tanpa kaca.

now, back to reality

tau JADWAL PIKET gak?

Tulisan nama nama orang yang dibagi bagi berdasarkan hari hari sekolah yang dipampang di ruangan kelas yang sekedar memperindah kelas. ditaruh di depan kelas, dekat dengan meja guru, atau, di belakang kelas.

tapi gak pernah dipampang sama sekali di pikiran atau di hati.

ngaku! lo juga mel! ngaku!

ketauan lu mel jarang piket!

kalo ditanya tentang jadwal piket, buat apakah itu.

inilah contohnya:

Guru : Ini papan tulisnya penuh. gak ada yang bersihin ini? siapa yang piket?

Siswa : (siswa diam.)

Siswa1: oh si ITU piket bu!

Guru : coba ibu lihat jadwalnya… (melihat jadwal) Ah, si INI, ayo hapus papan tulisnya!!

itulah gambaran secara singkat jadwal piket.

apalagi di sekolah saya, piket dipertanyakan.

ah da percuma, ada penjaga sekolah gini

kalo misalnya jadi penjaga sekolah gimana?

nah lo.

kalau gitu, mari kita lanjutkan!

eh ngga, itu mah sby

mari kita tingkatkan!

mari kita aktifkan kembali!

buat siapa aja yang males bersih bersih (kayak saya)

ayo kita bersih bersih.

jangan sampe ada kejadian karena sesuatu yang kotor.

SEMANGAT

Apik

Posted On Oktober 31, 2009

Disimpan dalam Pelajaran
Tag: , , , , ,

Comments Dropped leave a response

Sore itu saya membuka sebuah toples/kotak makanan bewarna merah. Bukan berisikan bekal ataupun bolu. Melainkan bagian bagian dari handphone saya yang berserakan dengan beras beras dibawahnya. Sayapun memasang batere ke handphone itu, berharap ia menyala.

Tetapi tidak.

Hanya muncul layar putih.

Ya, putih. Putih yang bersih. Memberikan cahaya putih. Mungkin hp itu seakan akan menunjukkan kesuciannya. Ah, bukan kesucian. Tetapi kelelahan hp itu, seakan hp pucat pasi, tidak kuat untuk berpikir, bersosialisasi, ataupun hanya mengedipkan mata.

Seakan teringat kenangan saya bersama hp tersebut.

Ada kenangan indah dengan hp tersebut?

Mungkin indah bagi saya.

Tetapi tidak bagi hp itu.

Saya mungkin bisa online di hp itu, sampai ia kelelahan. Sampai ia kehilangan energinya.

Terkadang saya mengalihkan perhatian saya kepadamu daripada melihat guru menerangkan, memberikan ilmunya.

Terkadang saya memaksakan ia menyala ketika sedang tidur.

Apalagi membantingmu. Saya bahkan tidak ingat berapa kali membantingmu.

Lihat, goresan goresan luka perih disekitarmu.

Tapi waktu itu, saya hanya acuh tak peduli. Seakan akan engkau tiada apa apa.

Hingga akhirnya ada suatu kejadian yang membuat saya benar2 ingin meminta maaf kepadamu…

Hari itu, kamis, pagi hari.

Saya tidak sengaja menjatuhkanmu ke dalam seember air.

Langsunglah engkau mati/tidak mati alias koma.

lalu saya memisahkanmu dengan bateremu dan perangkat2 di dalamnya.

Berharap engkau hidup.

Ternyata tidak,

Ya, Tidak.

Muncullah tanda Tanya dalam diriku,

“Apakah saya perusak?”

Lihatlah handphone yang malang ini.

Atau, tidak tidak.

Lihatlah laptop yang tak bisa lagi memakai sumber energi kimia ini.

Atau, tidak tidak.

Lihatlah kamar saya yang tidak tertata ini.

Atau, tidak tidak, ada lagi.

Lihatlah dirimu yang dirusak olehmu sendiri ini.

Lihat baik baik.

Lihat apa yang engkau perbuat.

Lihat hasil yang engkau perbuat.

Lihat pikiranmu yang engkau pikirkan.

LIHAT DIRIMU SENDIRI

Bukan bukan, bukan membuatmu jatuh.

Tapi membuatmu berintrospeksi!

Lihatlah, hanya karena benda kecil ini, engkau sebegitu hancurnya.

Bersyukurlah, hp yang mendapatkan ini.

Bagaimana jika dirimu sendiri yang mendapatkan ini?

Kalau saya lihat, saya bukan orang yang menyayangimu.

Bahkan saya tidak APIK.

Saya sering ditegur oleh mantan teman sebangku saya,

“KEBIASAAN MEL!”

Hanya karena saya meminjam peralatannya dan tidak menaruhnya di tempat yang semestinya.

Bahkan saya sering ditegur oleh ibu saya,

“KALAU NARUH BARANG JANGAN BRA BRU BRA BRU” (notes: taro sembarangan)

Kebiasaan sepulang sekolah saya.

Mungkin ada banyak teguran teguran tentang saya yang tidak apik.

Mungkin pembaca sendiri pernah menegur saya yang tidak apik.

Satu hal, yang harus saya lakukan,

Belajar untuk jadi apik.

Janganlah sampe ada kejadian lagi karena saya tidak apik.

Mungkin Cuma 4 huruf saja.

Tapi sangat bermakna bagi saya.

(readers, doakan hp saya bisa menyala ya. Tetap ingatkan saya untuk bisa apik, J by the way, ini post comeback-wordpress. Dimulai dari huruf A.Dan 444 words!)

Bandung, 31 Oktober 2009.

Mello.